IKATAN MASYARAKAT NELAYAN MALUKU
Sabtu, 01 Juli 2017
Kamis, 29 Juni 2017
Program Kerja Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku (Ikmanema) 2017-2018
![]() |
| Program Kerja Ikmanema 2017-2018 |
Selasa, 27 Juni 2017
SURAT KEPUTUSAN
SURAT KEPUTUSAN
Nomor : 001/i.01/KPTS/DPB-IKMANEMA/VII/2017
Tentang :
PENGESAHAN WILAYAH KERJA
DEWAN PENGURUS DAERAH
IKATAN MASYARAKAT NELAYAN
MALUKU
KABUPATEN MALUKU TENGAH,
KABUPATEN BURU, KABUPATEN BURU SELATAN KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR DAN
KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
Dengan senantiasa mengharapkan Rahmat dan Ridoh Tuhan Yang
Maha Esa, Dewan Pengurus Besar Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku Masa Bakti
2017-2022, setelah :
|
MENIMBANG
|
:
|
Demi menjaga
kelancaran Organisasi, maka Dewan Pengurus Besar Ikatan Masyarakat Nelayan
Maluku Masa Bakti 2017-2022 merasa perluh untuk mengesahkan Wilayah Kerja
Dewan Pengurus Daerah Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku Kabupaten Maluku
Tengah, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Seram Bagian Timur
Dan Kabupaten Seram Bagian Barat dalam sebuah surat keputusan.
|
|
MENGINGAT
|
:
|
|
|
MEMPERHATIKAN
|
:
|
|
|
|
MEMUTUSKAN
|
|
|
MENETAPKAN
|
:
|
|
Ditetapkan di : Ambon
Pada Tanggal : 27 Juli 2017
DEWAN PENGURUS BESAR
IKATAN MASYARAKAT NELAYAN
MALUKU
MASA BAKTI 2017-2022
|
MUHAMAD FAZRI KELTUBUK
KETUA UMUM
|
|
HAMDAN RUMBOUW
SEKJEND
|
Kamis, 09 Maret 2017
PENJELASAN SINGKAT IKATAN MASYARAKAT NELAYAN MALUKU
![]() | |
| Logo Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku |
PENJELASAN SINGKAT
IKATAN MASYARAKAT NELAYAN
MALUKU
Pujian
serta syukur patutlah kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Essa, karena atas anugrah
yang diberikan kepada Maluku mulai dari kekayaan Budaya, Adat, Suku, Bangsa serta
potensi sumberdaya alam yang sangat melimpah baik yang ada di daratan maupun
yang ada di lautnya.
Nama Maluku
sudah tidak asing lagi bagi kita, Maluku sudah dikenal sampai ke Dunia Internasional
yang sering juga disebut dengan nama Mollucas yang dilengkapi dengan
potensi Perikanan yang luar biasa melimpahnya, Maluku juga merupakan Provinsi
Kepulauan terbesar di Republik Indonesia, sehingga Maluku juga dikenal dengan
sebutan Provinsi seribu pulau yang memiliki ragam budaya serta kekayaan alam
yang sangat melimpah terutama kekayaan lautnya, bahkan Orang Belanda mempunyai
sebutan khusus untuk Provinsi Maluku yakni The Three Golden From The East yang
berarti Tiga Emas Dari Timur yaitu
Ternate, Banda dan Ambon.
Kekayaan
Maluku sudah dikenal dari zaman dahulu, jauh sebelum Nusantara merdeka bahkan
dari sebelum Indonesia ada. Tome Pirez salah
satu penulis dan tabib asal Portugis, Dia menulis dalam bukunya yang berjudul Summa
Oriental tentang Kepulauan Maluku, yang menurutnya Maluku memiliki
banyak sekali rempah-rempah khususnya cengkeh dan pala. Tetapi bukan itu saja
Maluku juga mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang sangat banyak dan
beragam. Itulah yang membuat Kepulauan Maluku menjadi incaran para pedagang dan
penjajah dari Negara-negara di Eropa.
Dari
sejarah singkat Kepulauan Maluku tersebut diatas, selanjutnya dikuatkan dengan
literature yang dilakukan oleh penulis buku Pengeliling Bumi Pertama Adalah Orang Indonesia “ENRIQUE MALUKU” yang
ditulikan oleh Helmy Yahya dan Reinhard R. Tawas, serta kesaksian yang
diperoleh dari Wakil Tahta Suci Vatikan yang
mewawancarai 18 Orang yang selamat, disebutkan bahwa Orang asal Maluku yang
bernama ENRIQUE adalah pengeliling
bumi pertama kalinya. Tentu saja hasil penelitian yang diangkat dan ditulis
dalam buku itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami Masyarakat Maluku
secara umumnya. Ini membuktikan bahwa Maluku sesungguhnya bukan hanya memiliki
rempah-rempah serta potensi perikanan yang beragam atau sumberdaya alam yang
sangat melimpah, sehingga menjadi rebutan bangsa-bangsa dari Eropa sejak abad
15, tetapi Kepulauan Maluku juga memiliki potensi sumberdaya manusia yang
unggul dan tersebar dimana-mana baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di
luar negeri.
Bardasarkan
latar belakang sejarah Maluku diatas, maka kami generasi Muda dan Nelayan di
Maluku berkomitmen untuk mendirikan satu organisasi Nelayan di Maluku sebagai
bentuk kepedulian kami terhadap profesi mayoritas Masyarakat yang ada di
Maluku, organisasi yang berorientasi kepada masalah Nelayan yang ada di Maluku
yang dinamakan Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku. Ikatan Masyarakat Nelayan
Maluku adalah salah satu Organisasi Nelayan baru yang ada di Provinsi Maluku
yang fokus kerjanya kepada masalah Nelayan dan Perikanan yang ada di Maluku,
Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku didirikan oleh beberapa Nelayan dan Mahasiswa
yang memiliki keinginan yang sama dengan Pemerintah saat ini, yaitu ingin menjadikan
Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku ini
didirikan tepat pada tanggal 10 Mei 2016 yang bertempat di Kota Ambon Provinsi
Maluku dengan Akta Nomor : 04 tentang Pendirian Lembaga Ikatan Masyarakat
Nelayan Maluku yang kemudian disingkat IKMANEMA pada tanggal 8 Maret 2017 yang
dikeluarkan di ambon oleh Notaris/P.P.A.T Rosdiana Ely, SH.
Maksud dari
di berdirikan Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku adalah :
- Mewakili Nelayan yang ada di Maluku selaku pelaku utama ekonomi Masyarakat Pesisir serta berusaha membantu menyelesaikan Problem yang ada di Masyarakat Nelayan dan juga berusaha untuk memberikan bimbingan, pelatihan dalam meningkatan sumberdaya Nelayan yang ada di Maluku serta membantu memberikan masukan pada Nelayan dalam meningkatkan kreatifitas dan pendapatan Masyarakat Pesisir;
- Sebagai Pelopor dalam Pembangunan mental Kemaritiman agar dapat membatu Pemerintah untuk mengatasi permasalahan Kemiskinan dan Pengangguran yang ada di Maluku, serta mendorong percepatan proses pencapaian pembangunan Kemaritiman dan Nelaya selaku pelaku ekonomi Perikanan utama dan sebagai perpanjangan tangan dari Nelayan kepada Pemerintah dan Pihak lain.
Lembaga
Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku juga mempunyai tujuan sebagai moto dan juga
penyemangat dalam berorganisasi yaitu “Mewujudkan Nelayan Maluku Yang Cerdas,
Mandiri dan Sejahtera”
Untuk
mencapai Maksud dan Tujuan tersebut diatas maka Ikatan Masyarakat Nelayan
Maluku memunyai Misi sebagai berikut :
- Memacu produktifitas dan kreatifias Nelayan di Maluku sehingga mampu meningkatkan Kesejahteraan taraf hidup Nelayan;
- Memberikan Masukan kepada Pemerintah agar supaya setiap Kebijakan yang diambil dibidang Perikanan dan Kelautan agar selalu berpihak kepada Nelayan yang merupakan Pelaku utama;
- Melaksanakan bimbingan kesemua tingkatan Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku serta melakukan Konsulidasi Organisasi bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Swasta atau Lembaga ekonomi lainnya;
- Melaksanakan Bimbingan serta Pelatihan kepada Masyarakat Pesisir di Maluku untuk meningkatkan sumberdaya Manusia yang dapat meningkatkan Kesejahteraan.
Lembaga Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku juga memiliki
aturan tersendiri dalam berorganisasi
yaitu Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang dipastikan tidak
bertentangan dengan Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah.
Struktur
Wilayah Kerja yang direncanakan oleh Pengurus Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku
terdiri dari : Dewan Pengurus Besar yang berkedudukan di Kota Ambon Provinsi
Maluku; Dewan Pengurus Daerah yang berkedudukan di Kabupaten/Kota; Dewan
Pengurus Cabang yang berkedudukan di tingkat Kecamatan dan Dewan Pengurus
Ranting yang berkedudukan di Desa/ Kelurahan.
Demikian penjelasan singkat mengenai Ikatan Masyarakat
Nelayan Maluku ini kami buat, untuk lebih lanjut penjelas mengenai Ikatan
Masyarakat Nelayan Maluku terdapat pada
Angaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Ikatan Masyarakat Nelayan
Maluku.
Ayo bergabung bersama kami, isi formulir pendaftaran anggota dan kirimkan
email ikmanema100516@gmail.com
facebook Ikmanema
Sekretariat Jln. Ir. M. Putuhena, Poka - Ambon, Kode Pos 97233
Ayo bergabung bersama kami, isi formulir pendaftaran anggota dan kirimkan
email ikmanema100516@gmail.com
facebook Ikmanema
Sekretariat Jln. Ir. M. Putuhena, Poka - Ambon, Kode Pos 97233
Langganan:
Komentar (Atom)


